RESUME SARESEHAN PENINGKATAN PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM MENDUKUNG IMPLEMENTASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER

Pembicara

  1. Dr. H. Juhana, M.M.Pd
  2. Neni Niawati, M.Pd
  3. Prof. Dadi Permadi, M.Ed
  4. Dr. Linna Nurwulan Apriany, M.Pd

Oleh
Dr. Mumun Mulyana, M.Pd. (Dosen Universitas Bale Bandung)

“SARESEHAN PENINGKATAN PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER” dilaksanakan Dewan Pendidikan Kabupaten Bandung pada hari Selasa, 18 Desember 2018 bertempat di Aula SMA Negeri Baleendah pukul 08.30 -12.30. Materi dibawakan oleh Dr. Juhana, M.M.Pd ( Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung), Neni Niawati, M.Pd (LPMP Jawa Barat), Prof. Dadi Permadi, M.Ed (Pakar Pendidikan dari Dewan Pendidikan), Dr. Linna Nurwulan Apriany, M.Pd (Kepala SD Al Mabrur Baleendah).

Acara dimulai dengan pembukaan yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. (Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bandung) yang memberi ulasan dengan open seremonial bahwa Pendidikan Karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang didalamnya terdapat cita cita luhur sebuah tindakan yang mendidik diperuntukan bagi generasi selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk menyempurnakan diri individu secara terus menerus dan melatih kemampuan diri untuk menuju ke arah hidup yang lebih baik.

Pengantar Moderator, Dr. Mumun Mulyana, M.Pd. : Penerapan PPK dilatarbelakangi adanya amanat Undang-Undang Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pasal 3 yang menyatakan bahwa “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab.

Penguatan Pendidikan Karakter adalah program pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga dengan dukungan pelibatan publik dan kerjasama antara sekolah, keluarga dan masyarakat. Hal ini juga merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Sesuai tema saresehan, tersirat empat pertanyaan besar sebagai sub pembahasan saresehan dan tercetus tatkala muncul kalimat pelibatan publik dan kerjasama antara sekolah, keluarga dan masyarakat, pertanyaan mendasarnya :

  1. Apakah keterlibatan public, keluarga dan masyarakat sudah optimal ?
  2. Apa yang telah dilakukan masyarakat terhadap pengembangan pendidikan karakter ?
  3. Sudahkah sekolah menjelaskan dan mengajak masyarakat atau komite sekolah utk pengembangan pendidikan karakter ?
    Model apakah yang harus kita bangun agar tercipta irisan kesamaan visi kerjasama sekolah dg komite atau orang tua yang lebih inten dan significan dalam mengembangkan pendidikan karakter ini sehingga menjadi satu kesatuan dalam bingkai komunitas sekolah?.

Pembicara Pertama, Dr. H Juhana, M.M.Pd. menyampaikan bahwa : Pentingnya kemitraan antara keluarga dengan sekolah, beliau memaparkan mulai dari pengertian hingga fungsi dan peran keluarga dalam pendidikan. Keluarga sebagai salah satu dari trisentra pendidikan adalah tempat pendidikan yang pertama dan utama. Sistem keluarga yang kuat dan stabil akan memberikan pengaruh positif pada kecakapan hidup anak dan keterhubungan antarelemen sistem lain. Keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat sebagai trisentra pendidikan saling menjalin kemitraan yang dimaksudkan untuk memberikan manfaat kepada peserta didik.

  1. Orang tua adalah; pihak yang bertanggung jawab terhadap pengasuhan, perawatan dan pendidikan peserta didik. Orang tua merupakan ayah dan ibu, ayah atau ibu untuk orang tua tunggal, wali murid, atau pengasuh yang diberi otoritas oleh keluarga sah dari peserta didik.
  2. Peserta didik; merupakan peserta didik dari PAUD, SD dan sederajat, SMP dan sederajat, SMA dan sederajat, SMK dan sederajat, dan peserta kursus dan pelatihan;
    Satuan pendidikan; terdiri atas, satuan pendidikan formal yaitu TK, SD dan sederajat, SMP dan sederajat, SMA dan sederajat, dan SMK dan sederajat, dan satuan pendidikan nonformal yaitu PAUD, PKBM, dan LKP.

Kemitraan orang tua; merupakan prinsip dan pendekatan umum untuk melibatkan orang tua dalam mengambil keputusan tentang pihaknya, anaknya, pelayanan yang diharapkan diperoleh dan yang dapat diberikan oleh pihaknya dan masyarakat.

Beliau juga menyampaikan bahwa harus ditingkatkan kemitraan sekolah dengan orang tua dalam membangun penguatan pendidikan karakter dengan cara :

  1. Memberdayakan orang tua untuk berpartsipasi aktif dalam program sasaran terkait dengan peningkatan akses dan mutu pendidikan (Wajar 12 tahun, Revolusi Mental, penguatan Manajemen Berbasis Sekolah, pemenuhan hak anak).
  2. Meningkatkan kesadaran bagi orang tua untuk peduli dan terlibat, sadar pendidikan, aktif memberi stimulus, terus-menerus belajar, dan mendampingi anak.
  3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam gerakan kemitraan orang tua.
  4. Membangun mekanisme penyebaran model kemitraan orang tua sesuai dengan konteks dan kebutuhan lokal melalui berbagai kanal, sarana dan prasarana.
  5. Membangun kemitraan dengan pegiat parenting bagi orang tua dari kelompok yang paling membutuhkan di luar satuan pendidikan sasaran.
  6. Penguatan aktor terutama bagi wali kelas, guru BP, Kepala Sekolah, PTK lainnya, dan orang tua.
  7. Membangun kanal interaktif yang memanfaatkan sumber daya publik dan dapat diakses secara luas dan mudah.

Pembicara kedua, Neni Niawati, M.Pd menyampaikan poinnya sebagai berikut :

  1. PPK adalah tanggung jawab semua, titik poinnya sekolah, masyarakat dan orang tua
    Sekolah belum sejalan dengan pembudayaan di rumah sehingga muncul dua lingkungan yang kontra produktif dan menimbulkan ketimpangan dalam pengembangan karakter anak.

Pembicara ketiga, Prof. Dr. Dadi Permadi, M.Ed,terdapat lebih dari 400 karakter dalam kehidupan, oleh karena itu harus benar benar terealisir pengembangan karakter pada kurikulum sampai dengan RPP dan perbuatan mengajar, jangan terjadi bahwa anak lepas dari pengawasan sekolah dan orang tua, maka harus ada peningkatan peran orang tua selain mengambil rapor enam bulan sekali.

Pembicara keempat, Dr. Linna Nurwulan Apriany, M.Pd memaparkan tentang implementasi dan best practice pelaksanaan kemitraan sekolah dengan masyarakat di SD Al mabrur, beliau lebih menekankan pada perlunya intensitas kegiatan yang melibatkan orang tua.

Menurut beliau bahwa peran komite sekolah dalam meningkatkan penguatan pendidikan karakter diwujudkan dalam bentuk partisipasi dari seluruh komponen pendidikan (yayasan, kepala sekolah, guru, peserta didik, orang tua/wali, masyarakat, dan institusi pendidikan) berdasarkan pada tujuan yang hendak dicapai dalam proses pendidikan di sekolah.

Tujuan sekolah pada hakikatnya adalah tujuan pendidikan secara nasional yaitu (1) membentuk manusia yang bertaqwa, berbudi pekerti dan berkepribadian, (2) disiplin, bekerja keras, bertanggung jawab serta mandiri, (3) cerdas dan terampil, (4) sehat jasmani dan rohani, (5) cinta tanah air dan mempunyai semangat kebangsaan serta kesetiakawanan sosial. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) perlu dirancang oleh sekolah untuk pengembangan nilai-nilai karakter dalam berbagai program kegiatan yang melibatkan orang tua dan masyarakat. Program dapat direalisasikan dalam bentuk kegiatan:

  1. Komunikasi
    Kegiatan komunikasi dimaksudkan sebagai salah satu cara bagi sekolah untuk meningkatkan terciptanya komunikasi timbal balik atau komunikasi dua arah (two-way communication) yang berkaitan dengan program sekolah dalam meningkatkan hasil belajar, karakter anak serta kemajuan yang dicapai sekolah dan kemajuan/prestasi yang dicapai oleh peserta didik. Komunikasi dilakukan dengan cara dari sekolah ke rumah atau sebaliknya. Komunikasi dilakukan melalui surat, whatsapp, e-mail, SMS, dan sebagainya.
  2. Parenting
    Parenting merupakan kegiatan yang diprogramkan sekolah untuk meningkatkan pengetahuan keluarga/orang tua peserta didik atau masyarakat tentang perkembangan anak hingga dewasa. Parenting dilakukan melalui kegiatan diskusi, ceramah, seminar dan lain-lain kegitan yang berkaitan dengan topik yang tepat. Topik diberikan oleh narasumber yang kompeten agar orang tua merasa puas setelah mendapatkan informasi.
  3. Relawan
    Kegiatan sukarela orang tua yang dapat membagi waktu dan bakatnya untuk mendukung aktivitas sekolah, aktivitas guru, dan peserta didik.
  4. Pengambilan Keputusan

gan terjadi bahwa anak lepas dari pengawasan sekolah dan orang tua, maka harus ada peningkatan peran orang tua selain mengambil rapor enam bulan sekali.

Pembicara keempat, Dr. Linna Nurwulan Apriany, M.Pd memaparkan tentang implementasi dan best practice pelaksanaan kemitraan sekolah dengan masyarakat di SD Al mabrur, beliau lebih menekankan pada perlunya intensitas kegiatan yang melibatkan orang tua.

Menurut beliau bahwa peran komite sekolah dalam meningkatkan penguatan pendidikan karakter diwujudkan dalam bentuk partisipasi dari seluruh komponen pendidikan (yayasan, kepala sekolah, guru, peserta didik, orang tua/wali, masyarakat, dan institusi pendidikan) berdasarkan pada tujuan yang hendak dicapai dalam proses pendidikan di sekolah.

Tujuan sekolah pada hakikatnya adalah tujuan pendidikan secara nasional yaitu (1) membentuk manusia yang bertaqwa, berbudi pekerti dan berkepribadian, (2) disiplin, bekerja keras, bertanggung jawab serta mandiri, (3) cerdas dan terampil, (4) sehat jasmani dan rohani, (5) cinta tanah air dan mempunyai semangat kebangsaan serta kesetiakawanan sosial. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) perlu dirancang oleh sekolah untuk pengembangan nilai-nilai karakter dalam berbagai program kegiatan yang melibatkan orang tua dan masyarakat. Program dapat direalisasikan dalam bentuk kegiatan:

  1. Komunikasi
    Kegiatan komunikasi dimaksudkan sebagai salah satu cara bagi sekolah untuk meningkatkan terciptanya komunikasi timbal balik atau komunikasi dua arah (two-way communication) yang berkaitan dengan program sekolah dalam meningkatkan hasil belajar, karakter anak serta kemajuan yang dicapai sekolah dan kemajuan/prestasi yang dicapai oleh peserta didik. Komunikasi dilakukan dengan cara dari sekolah ke rumah atau sebaliknya. Komunikasi dilakukan melalui surat, whatsapp, e-mail, SMS, dan sebagainya.
  2. Parenting
    Parenting merupakan kegiatan yang diprogramkan sekolah untuk meningkatkan pengetahuan keluarga/orang tua peserta didik atau masyarakat tentang perkembangan anak hingga dewasa. Parenting dilakukan melalui kegiatan diskusi, ceramah, seminar dan lain-lain kegitan yang berkaitan dengan topik yang tepat. Topik diberikan oleh narasumber yang kompeten agar orang tua merasa puas setelah mendapatkan informasi.
  3. Relawan
    Kegiatan sukarela orang tua yang dapat membagi waktu dan bakatnya untuk mendukung aktivitas sekolah, aktivitas guru, dan peserta didik.
  4. Pengambilan Keputusan
    Kegiatan pengambilan keputusan memberikan kesempatan kepada orang tua dan masyarakat untuk terlibat dalam proses pembuatan keputusan di sekolah yang berkaitan dengan program sekolah, misalnya wisata pendidikan, pentas seni, dll.
  5. Kolaborasi
    Kolaborasi merupakan aktivitas kerjasama timbal balik antara sekolah, kelompok masyarakat, organisasi-organisasi serta tokoh masyarakat. Kolaborasi bertujuan untuk membantu sekolah, pendidik, peserta didik dan orang tua dalam meningkatkan mutu pendidikan.
  6. Belajar di Rumah
    Merupakan kegiatan yang dirancang oleh sekolah untuk menyediakan informasi kepada orang tua tentang cara membantu anak dalam (a) menciptakan kebiasaan jadwal dan budaya belajar yang baik ketika anak berada di rumah, (b) dukungan dan bimbingan akademik, (c) Stimulasi untuk mengembangkan gagasan anak, (d) pengembangan bahasa yang baik dan benar, serta penggunaan bahasa ibu. (e) aspirasi dan harapan.

Kerja keras dan kejujuran yang terbangun atas kesadaran membutuhkan pengakuan dan penghargaan sebagai penguatan pendidikan karakter agar anak dapat memahami dan menghargai potensi diri yang dimilikinya.

Demikianlah resume saresehan peningkatan peran komite sekolah dalam mendukung implementasi penguatan pendidikan karater. #aep s abdullah

About the Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts