HM Dadang Supriatna, Ketua Komite SMAN Bojongsoang yang Sukses Jadi Bupati Bandung

DEWAN PENDIDIKAN – Bupati Bandung dengan H.M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si., sudah sangat dikenal di Kabupaten Bandung. Dadang dikenal sejak sebagai aktifis organisasi kepemudaan, kepala desa, hingga jadi politisi yang piawai.

Kang DS, sapaan akrab pria yang lahir di Bandung pada 7 Agustus 1971 atau sekarang usianya 50 tahun. Suami dari Hj. Emma Dety Permanawati Fadhillah, S.Pd.I dan ayah dari tiga orang putra ini asal tempat tinggalnya di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Dadang Supriatna menyelesaikan pendidikan dasarnya di MI Sapan pada tahun 1979-1985, pendidikan menengahnya di SMPN 2 Buahbatu Bandung tahun 1985-1988 dan pendidikan menengah atasnya di STM Igasar Pindad Bandung pada 1988-1991. Sedangkan pendidikan sarjananya diselesaikan di Fakultas FISIP Universitas Langlangbuana (Unla) pada 1999-2003, kemudian strata-2 masih di Unla bidang studi Ilmu Pemerintahan pada 2008-2010 dan program doktoralnya di Universitas Trisakti bidang studi Manajemen SDM pada 2017-sekarang.

Dadang meniti karir awalnya sebagai suplier bahan bangunan yang ditekuninya sejak 1998 sampai ia dilantik menjadi Bupati Bandung periode 2021-2026. Pada tahun 1998-2006 dan 2006-2012 selama dua periode menjabat sebagai Kepala Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Tahun 2009-2014 duduk sebagai anggota DPRD Kab. Bandung dan menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar dan Banggar. Pada periode kedua di DPRD Kab. Bandung (2014-2019), ia diangkat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar dan Banggar. Pada Pemilu 2019 lalu, Dadang Supriatna terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Barat dan duduk di Komisi V.

Di bidang organisasi, Dadang memulainya di Karang Taruna Desa Tegalluar sebagai ketua pada tahun 1988-1991. Tahun 1989-1990 sebagai anggota Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Bandung. Tahun 2012-2017, Dadang diangkat sebagai Wakil Ketua AMPI Kab. Bandung, kemudian terpilih sebagai Ketua Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Bojongsoang yang menjabat pada 2008-2011.

Tahun 2005 Dadang Supriatna diangkat sebagai Wakil Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bandung sampai tahun 2010. Pada 2005-2010 juga ia ditetapkan sebagai Ketua umum DPD KNPI Kab. Bandung. Pada 2011-2014, ia menjadi Ketua MPI Kab. Bandung. Tahun 2005-2010 sebagai Ketua Biro di AMPI Jawa Barat, dan pada 2010-2015 sebagai Wakil Sekretaris AMPI Jawa Bara

Pada 2012-2016, Dadang duduk sebagai Wakil Ketua MPO Pemuda Pancasila Kabupaten Bandung. Berikutnya pada 2015-2019 diangkat sebagai Wakil Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat. Antara tahun 2011-2014, Dadang duduk juga sebagai Wakil Ketua DPD KNPI Jawa Barat. Wakil Sekretaris MKGR Jawa Barat pada 2010-2015 dan sejak tahun 2001 sampai sekarang sebagai Ketua Asosiasi Kota Baru Tegalluar.

Jabatan yang diembannya sampai sekarang juga sebagai Ketua Komite Bandung Timur sejak tahun 2005. Pada 2013-2018 sebagai Wakil Ketua Majelis Pemuda Karang Taruna Kab. Bandung. Tahun 2011-2015, Dadang diangkat sebagai Wakil Ketua KONI Kab. Bandung. Sebelumnya tahun 2000-2009 sebagai Ketua Apdesi Kec. Bojongsoang.

Dadang Supriatna masih tercatat juga sebagai Wakil Ketua Ikatan Alumni Unla yang dijabatnya sejak tahun 2007. Ketua DKM Al Munawaroh, Sapan, pada periode 2016-2021. Ketua Pembina DKM Masjid Asy-Syifa pada 1999-sekarang. Ketua Pembina Yayasan Al-Ikhwan, Sapan, Tegalluar sejak 2013-sekarang. Ketua AMPG Kab. Bandung pada 2010-2015, Ketua Komite SMAN 1 Bojongsoang, sejak tahun 2004 sampai sekarang. Ketua Wanhat BBC Kab. Bandung 2008-2012, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kab. Bandung pada 2011-2016, dan periode 2016-2021. Pada periode tahun 2019-2024 Dadang Supriatna diangkat juga sebagai Ketua Tanfidziyah MWC Nahdlatul Ulama Kecamatan Bojongsoang dan pada periode 2017-2022 sebagai Wakil Ketua PDK Kosgoro 1957 Jawa Barat.

Dadang Supriatna mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Bandung karena ingin melakukan perubahan untuk Kabupaten Bandung yang lebih baik, membangun daerah melalui konsep-konsep yang dibangun secara kontemporer dan ingin memberdayakan seluruh potensi daerah yang lebih baik.

Sedangkan target yang ingin dicapainya bisa memperbaiki birokrasi pemerintahan supaya mudah diakses oleh masyarakat, memperbaiki sistem pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Bandung, melakukan konsolidasi organisasi masyarakat dengan masyarakat, membangun konsep relijius melalui program-program berbasis keagamaan, dan memberikan stimulasi ekonomi bagi masyarakat yang kurang mampu.***

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *